kadang kita rindu seseorang,
maka kita menemuinya,
dan kita bicara, kita menyentuh,
tapi masih rindu pula,
kemudian kita lihat sesuatu telah hilang di matanya,
dan pahamlah kita,
dan berserulah kita,
‘…aku ingin menyembelih ia yang bernama perubahan…’
maka kita menemuinya,
dan kita bicara, kita menyentuh,
tapi masih rindu pula,
kemudian kita lihat sesuatu telah hilang di matanya,
dan pahamlah kita,
dan berserulah kita,
‘…aku ingin menyembelih ia yang bernama perubahan…’
— Me.