
Kali-kali lagi ngerasa jadi manusia paling sampah sedunia, coba lihat ke belakang deh. Atau kanan. Samping. Siapapun yang bisa lo ajak ngomong. Atau siapa gitu yang sms lo terakhir kali. Atau yang lagi lo ajak chat. Ada orang, kan? Lo gak tahu aja,
somewhere, entah dimana, ada yang setengah mati pengen bisa ngomong sama orang yang lo ajak ngomong itu. Makanya lo beruntung, kampret. Makanya jangan sia-siain orang kayak begitu. Gue bersedia tukar separuh umur, semua harta, apapun gue buat ada di posisi lo. Ngerti gak? Enggak? Yaudah.
May you rot in hell, you scumbag.
Anonymous Dear Dika, I love you. |
Dearest anon, thank you. Really. Thank you…
What happens when Harry Potter and Mean Girls collide.
This post has been featured on a 1000notes.com blog.
…that precious last bit.
Anonymous Mungkin udah sering dapet kata ini, tapi yasudlah, aku suka sekali tulisanmu Dik, bukan cuma stalking tumblrmu, tapi segala akun pasti aku pengen tahu, iri deh sama orang-orang yang deket sama kamu, eh, tanya dong, kamu biasanya suka sama orang karena apanya? (not in romantic way) :DD |
This is really sweet. Thank you!
Suka… orang yang deket sama saya ya… ngg… *liat-liatin* … *hening* Rasanya nggak ada kriteria khusus. Entah kenapa, malah, seringnya orang-orang yang sifatnya beda jauh sama saya. Tapi yang jelas saya suka sama orang yang bisa diajak ngomong. Intinya yang rada agresif kali ya, soalnya saya agak pasif.
Saya rasa masalah suka-sukaan gini gak bisa dilogika ya. Terjadinya natural aja. Tapi bener deh, saya mentereng luarnya aja. Nanti kalau udah kenal sangat-deket, biasanya nyesel kok. Sungguh, sifat saya jelek aslinya. Thank you, again, btw.
Tikus pertama menghadap baginda. Ia kurus, bulu-bulunya pendek dan matanya sedikit sipit, dan ia banyak mondar-mandir seraya bercerita; seolah tak sabar ingin menunjukkan sesuatu. Tikus perempuan ini memulai ceritanya dengan bungkukan sopan. “Utara,”
Ia menyebut, “adalah arah yang saya tuju. Alasan pertamanya adalah karena saya melihat kapal yang berlabuh di pelabuhan. Di dalam sana ada juru masak bagi awak kapal, yang konon, lahir dan besar di laut serta disumpah tak akan menginjak daratan seumur hidupnya. Tapi ia memasak, sementara hidupnya selalu di laut, maka saya pikir ia tentu telah terbiasa mengolah bahan-bahan yang tidak biasa. Meski terus terang saja, saya harus kecewa.
the username wars are over. the last and greatest one has been found. finally, we can rest
Anonymous dikaaa.... ngga ngerti kenapa belakangan askboxmu penuh pertanyaan. 0,0a lagi tren ya nanya2 dika? btw terima rikwes cerita nda? |
Kayaknya gitu sih, entah nih :”) ini Nee? *menyorot emotnya* *shot* =)) Terima, tapi ngantre. Ada 4 lain. Gih spill aja atuh, kali saya garap kalo niat. Tapi jangan ngarep-ngarep banget ya, saya masih belajar nulis kakak :”|
Once upon a time, there was a boy and his name was Death.
Sang Raja Tikus mengadakan pesta besar, dan semua rakyatnya turut. Mereka menikmati hidangan yang luar biasa lezatnya, berdansa, memainkan musik, semua larut dalam hingar bingar tawa dan keceriaan yang seolah tak ada habisnya. Menjelang akhir pesta, sambil bersendawa, seekor tikus besar dengan perut tambun melihat ke arah meja makan. Tak ada yang tersisa di sana selain tusuk-tusuk sosis.
Ia mengerang, bercanda bahwa dirinya masih lapar namun ia tak akan bisa memakan mentah tusuk-tusuk sosis yang terbuat dari kayu keras itu. Dan jika ada perempuan yang bisa membuatnya menjadi sup yang lezat, sungguh ia perempuan berharga.
“Masalahnya, perempuan yang seperti itu tidak ada.” Seekor tikus lain menyahut.
Anonymous Kalo ending, saya udah nemu ending-nya. Masalahnya cuma jalan menuju endingnya, mungkin karena terbiasa RP jadi storyline-nya ke mana ._.a |
Ngerangkai kalinatnya ya, alurnya… =)) Hmm, jujur gue akui bagian itu emang sulit sih. Kalau dipaksa, kesannya buru-buru. Dilambat-lambatin, bertele-tele. Gini, pake metode tingkat aja coba? Jadi, twistnya ditambahin.
Misal endingnya adalah Ani berpacaran dengan Budi, sebelum itu tambahin aja Budi kena cacar air. Ya gak bagus sih emang analoginya, tapi gitulah. Moga membantu, again, dan aku mau baca tulisanmu nanti. Mention me okok :-bd #heh